Persamaan 3.2 + 3 = 9 6 +

Persamaan
dalam bahasa Indonesia berdiri atas kata dasar “sama”. Jika dilihat dari segi ilmu
umum, persamaan adalah suatu bentuk simbol yang memiliki makna sama persis dan
biasanya ditulis dengan tanda sama dengan (=). Contohnya sebagai berikut:

3x
+ 3  = 
9

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

3x        = 
9 – 3

3x        = 6

X         = 6 : 3

X         = 2, berarti untuk x yang memenuhi
persamaan agar 3x + 3 = 9 adalah 2.

Mari
kita buktikan:

3x
+ 3  = 9, untuk x diganti dengan angka 2

3.2
+ 3 = 9

6
+ 3    = 9

9          = 9, TERBUKTI SAMA!

Pembahasan
tersebut adalah contoh nyata dari suatu kesamaan. Persamaan dapat digunakan
pada soal yang memiliki satu atau lebih variabel. Berapapun jumlah variabelnya,
hasilnya akan selalu benar.

            Sedangkan untuk kata Rate dalam
bahasa inggris memiliki beberapa makna berdasarkan kata benda dan kata kerja
transitif. Untuk kata benda, rate berarti laju, harga, kadar, kapasitas, tarif,
dasar, suku, bea, kurs, angka, kecepatan dan penilaian. Sementara untuk kata
kerja transitif, rate adalah menilai, menghitung, menaksir, memberi harga pada,
serta berhak.

Untuk
kalimat persamaan rate yang akan dibahas disini, artinya sama dengan persamaan
laju. Maksudnya apa? Maksudnya ialah persamaan laju yang berkaitan dengan materi
kimia. Let’s learn!

A.    
Reaksi
Kimia

Reaksi
kimia pun ada rumus-rumusnya seperti halnya pada matematika dan Fisika. Cara
penulisan rumus kimia agaknya sedikit sulit dibandingkan dengan rumus
matematika yang sudah umum kita ketahui. Penulisan rumus kimia harus
memperhatikan bahwa atom-atom dalam senyawa tersebut saling terikat. Penulisan
rumusnya tidak bisa sembarangan karna dalam kimia punya aturan-aturan baku yang
tidak bisa diganggu gugat keberadaannya. Jumlah atom relatif pada suatu senyawa
ditulis bersama dengan lambang unsur dan menjadi satu kesatuan. Tujuan
penulisan tersebut adalah untuk mengetahui berapa jumlah atom yang terdapat
dalam  senyawa itu. Agar kalian tidak
bingung, berikut saya sertakan contohnya:

·       
NH3 untuk amonia,
menggambarkan sebuah molekul yang terdiri dari satu atom Nitrogen (N) dan 3
atom Hidrogen (H).

·       
Hg untuk air raksa, menggambarkan sebuah
molekul yang terdiri dari satu atom Hydrargyrum (Hg).

·       
C2H5NO2 untuk
asam amino, menggambarkan sebuah molekul yang terdiri dari 2 atom Karbon (C), 5
atom Hidrogen (H), 1 atom Nitrogen (N), dan 2 atom Oksigen (O).

·       
C4H6O5
untuk asam malat yang biasanya terdapat pada buah apel, memiliki 4 atom Karbon
(C), 6 atom Hidrogen (H) dan 5 atom Oksigen (O).

Ada
lima jenis reaksi kimia yang dapat dikelompokkan menjadi sederhana, yaitu:

Jenis
I               : Reaksi Penggabungan

Jenis
II             : Reaksi Penguraian

Jenis
III            : Reaksi Substitusi

Jenis
IV            : Reaksi Substitusi Rangkap

Jenis
V             : Reaksi Pembakaran

Ø  Reaksi
Penggabungan

Reaksi
penggabungan adalah reaksi yang terdiri dari dua reaktan (sisi sebelah kiri)
dan menghasilkan satu produk (sisi sebelah kanan). Yang paling umum dari contoh
ini adalah reaksi dua unsur yang membentuk suatu senyawa. Contoh:

1.      C + O2            CO2  

2.      2 Fe + 3 Cl            2 FeCl3

 

 

Ø  Reaksi
Penguraian

Yang menjadi
ciri khas dari reaksi penguraian ini adalah hanya memiliki satu reaktan
(sebelah kiri) dan beberapa produk (sebelah kanan) yang sudah terpecah menjadi
sederhana. Dalam reaksi ini biasanya membutuhkan kalor, cahaya ataupun listrik
dalam  penguraian senyawa tersebut. Reaktan
(sebelah kiri) terurai menjadi unsur-unsur pembentuknya dan bisa juga terurai
menjadi dua senyawa yang sederhana.

Contoh reaksi penguraian yaitu:

1.     
2H2O                 2OH + H2

2.      NaCl               
Na + Cl

3.      MgCl2              Mg + 2Cl

4.      CuSO4                    Cu + SO4

Ø  Reaksi Substitusi

Reaksi
substitusi memiliki nama lain yaitu reaksi penggantian. Dikatakan reaksi
penggantian berarti dalam reaksi ini terjadi penggantian antara atom satu dengan
atom lainnya. Reaksi substitusi terjadi pada atom yang terdapat karbon (C) dalam
senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon merupakan senyawa yang terdiri dari atom
karbon dan juga atom hidrogen (C dan H). Contohnya seperti dibawah ini:

1.   
A + BC              AC + B

2.   
CH4 + Cl2
             CH3Cl
+ HCl

3.   
C2H5OH
+ HBr               C2H5Br + H2O

Dalam
contoh nomor 2, senyawa OH bergabung dalam atom C2H5.
Tapi, setelah reaksi atom OH berpisah dengan atom C2H5 dan
malah menjadi senyawa baru H2O. Ini berarti atom OH tadi harus
diganti dengan atom lainnya yaitu Br agar hasil reaksinya seimbang.

Ø  Reaksi Substitusi Rangkap

Reaksi ini biasa juga disebut reaksi
penguraian rangkap atau reaksi metatesis. Reaksi ini ada beberapa macamnya
yaitu reaksi pengendapan, reaksi netralisasi dan reaksi pembentukan gas.

 

 

 

Berikut
penjelasannya:

a.       Reaksi
pengendapan, adalah reaksi yang terjadi dalam cairan dan menghasilkan endapan.
Contohnya:

AgNO3 + KCl               AgCl + KNO3

b.      Reaksi
netralisasi, terjadi pada reaksi asam dan basa yang menghasilkan garam (NaCl)
dan air (H2O). Contoh:

Cl2 + NaOH              NaCl + NaClO + H2O

c.       Reaksi
pembentukan gas adalah reaksi yang menghasilkan gas pada produk tersebut.
Misalnya tape singkong yang difermentasi dengan diberi ragi. Setelah beberapa
saat tape akan mengembang karena terdapat gas dalam tape tersebut.

Ø  Reaksi Pembakaran

Reaksi pembakaran adalah reaksi yang
menghasilkan kalor saat bahan bakar bereaksi dengan oksigen. Pada reaksi
pembakaran ada yang disebut pembakaran sempurna. Dikatakan sempurna apabila
bahan bakar (sisi kiri) mengandung karbon, hidrogen dan oksigen. Pembakaran sempurna
selalu menghasilkan CO2 dan
H2O. Contoh pembakaran sempurna:

                        CH4 + 2O2                CO2 + 2H2O +
kalor

B.    
Persamaan
Reaksi Kimia

Persamaan
reaksi kimia adalah suatu bentuk penulisan dengan simbol-simbol dari sebuah unsur
tertentu. Simbol-simbol yang dimaksud adalah yang terdapat dalam tabel periodik
kimia. Persamaan kimia ditulis dengan menggunakan unsur atau senyawa yang
terlibat dalam reaksi yang tujuannya adalah untuk menggantikan kalimat. Dengan
kata lain, untuk meringkas kalimat menjadi rumus agar memudahkan kita dalam memahaminya.

Misalnya
adalah pada kalimat “Merkuri (I) oksida, jika dipanaskan (kalor), akan
menghasilkan gas oksigen dan merkuri”. Untuk menyederhanakan kalimat tersebut,
dibuatlah suatu persamaan dengan rumus sebagai berikut:

                        2 HgO  
Kalor    O2
+ 4 Hg

 

 

 

Persamaan
reaksi ditulis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1.      Menulis
rumus kimia ( zat pereaksi dan juga produknya)

2.      Menyetarakan
dengan memberi koefisien atom yang sesuai dengan memperhatikan aturan-aturan
agar jumlah atom setara antara reaktan (sisi kiri) dan produk (sisi kanan).

Rumus
yang diletakkan sebelah kiri persamaan disebut pereaksi atau reaktan. Sedangkan
disebelah kanan disebut rumus kimia produk. Dalam persamaan reaksi, sisi kiri
(pereaksi) dan sisi kanan (produk) dihubungkan melalui simbol panah yang
berbeda-beda. Simbol panah tersebut dibaca “membentuk” atau “bereaksi menjadi”.

Simbol           digunakan untuk reaksi searah dan
simbol            digunakan untuk reaksi dua arah atau
bisa dikatakan reaksi bolak balik. Contoh rumus kimianya sebagai berikut:

Reaksi searah:

1.      NaOH + HCl             NaCl + H2O

2.      K2Cr2O7
+ HCl              KCl + CrCl3 + Cl2 + H2O

Reaksi
satu arah terjadi pada kasus pembakaran, perkaratan besi dan metabolisme
makanan. Pada contoh nomor satu diatas, senyawa NaOH telah habis bereaksi
dengan senyawa HCl membentuk NaCl dan H2O. NaCl dan air tidak dapat
bereaksi kembali menjadi NaOH dan HCl.

Dalam
reaksi satu arah, hasil reaksi tidak dapat terurai atau bereaksi kembali.
Dengan kata lain, reaksi terjadi hanya satu kali dan tidak dapat kembali.
Contoh reaksi satu arah dalam kehidupan sehari-hari adalah kertas yang
terbakar. Karna kertas yang sudah terbakar dan menjadi abu tidak bisa kembali
utuh menjadi secarik kertas.

Reaksi dua arah:

N2 + 3H2
             2NH3

Pada
awal reaksi, gas N2 dan gas H2 membentuk NH3.
Gas amonia atau NH3 jika dipanaskan akan terurai menjadi gas N2
dan gas H2 sehingga reaksi diatas berbalik menjadi:

2NH3                  N2 + 3H2

Pada
reaksi dua arah atau bolak balik ini, 
zat hasil reaksinya dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.

Reaksi
disini tidak pernah berhenti karena memang 
komponen zatnya tidak pernah habis. Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari
adalah perubahan es menjadi air.

C.   
Laju
Reaksi

Laju reaksi kimia adalah perubahan
konsentrasi pereaksi (sisi kiri dari panah) atau konsentrasi produk (sisi kanan
panah) yang dipengaruhi oleh kecepatan waktu per satuan. Reaksi kimia bekerja
dengan laju atau kecepatan tertentu serta dengan waktu yang berbeda. Senyawa
itu dapat bekerja dengan cepat maupun lambat. Cepat dan lambatnya reaksi
senyawa kimia ditentukan oleh besaran laju reaksi. Terdapat enam faktor yang
mempengaruhi laju reaksi, yaitu:

1.      Sifat
alami reaktan, sifat yang dimiliki suatu senyawa dalam reaksi mempengaruhi
cepat atau lambatnya reaksi kimia.

2.      Suhu,
jika suhu meningkat maka laju reaksi pun semakin cepat.

3.      Kehadiran
katalis, katalis merupakan suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi. Jika
senyawa tersebut sangat lambat bereaksi, diberikan zat berupa katalis untuk
mempercepat laju reaksinya. Katalis tidak mengganggu hasil akhir dari suatu
reaksi. Fungsinya hanya sebatas untuk mempercepat laju reaksi saja.

4.      Konsentrasi
reaktan, jika konsentrasi reaktan semakin besar hal itu menyebabkan semakin
banyak pula zat yang bereaksi dan sebaliknya.

5.      Tekanan
reaktan gas, adanya tekanan dalam reaksi kimia dapat dilihat dari reaksi yang
melibatkan senyawa berupa gas. Semakin tinggi tekanan gasnya maka akan semakin
meningkatkan laju reaksi suatu senyawa. Tekanan ini hanya terlihat pada reaksi
yang melibatkan gas saja. Kalau untuk zat padat dan cair tidak ada.

6.      Luas
permukaan, kalau permukaan semakin luas maka laju reaksinya pun semakin cepat.

 

 

            Dari paparan sekilas tentang ilmu
kimia diatas, sebenarnya ilmu ini dapat menjadi dasar pemikiran pokok bahasan sistem
thinking. Sistem thinking berarti proses bagaimana kita memahami suatu kejadian
dari beberapa sisi yang berbeda yang ada dilingkungan dengan berdasarkan
pemikiran yang objektif. Sistem thinking sebenarnya sudah punya dasar ilmu yang
banyak. Seperti ilmu matematika, kimia, fisika, sosiologi, geografi dan
sebagainya. Karena memang sistem thinking itu tercipta dari sistem-sistem yang
sudah ada atau dengan kata lain lahir dari sistem pendahulunya, salah satu pendahulunya
yaitu sistem kimia ini. Memang secara teknis ilmunya dipakai dalam materi kimia
seperti yang sudah dijelaskan diatas, tapi untuk prakteknya masuk kedalam
sistem thinking.