Fadlillah terdapat kegiatan 5M yang terdiri dari mengamati,

Fadlillah (2014) menyatakan bahwa
kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013
menitik beratkan pada proses pembelajaran dan cakupan materi yang sampaikan
kepada siswa. Kurikulum 2013 berupaya untuk memadukan antara kemampuan sikap, pengetahuan
dan keterampilan.

Kurikulum 2013 mempunyai ciri khas yang
membedakan dengan kurikulum sebelumnya, yang pertama yaitu kurikulum 2013 dalam
pelaksanaan pembelajarannya mewajibkan untuk menggunakan pendekatan scientific. Pendekatan scientific merupakan pemecahan masalah
yang dilakukan oleh siswa dengan suatu pendekatan yang menggunakan proses
ilmiah. Pada pendekatan scientific
terdapat kegiatan 5M yang terdiri dari  mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan
mengkomunikasi.  Aktivitas 5M dalam
pembelajaran meliputi :

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Tabel 2.5.
Kegiatan Pembelajaran Pendekatan Scientific

Kegiatan

Aktivitas Pembelajaran

Mengamati

Melihat, mengamati, membaca,
mendengar, menyimak (dengan menggunakan atau tanpa alat)

Menanya

–         
Mengajukan
pertanyaan yang dapat ditentukan hipotesisnya dengan bimbingan guru
berdasarkan fakta yang telah disajikan.

Mencoba

–         
Mengumpulkan
data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan
–         
Menentukan
sumber data

Mengasosiasi

–         
Menganalisis
data dengan menentukan hubungan antar data dan membuat grafik berdasarkan
data yang telah diperloleh
–         
Menyimpulkan
data berdasarkan hasil analisis data

Mengkomunikasi

–         
Hasil
yang diperoleh dibuat laporan/artikel yang kemudian di sampaikan dalam bentuk
diagram, bagan, gambar ataupun media lainnya yang relevan dengan hasil yang
diperoleh.

                                                                        (Fadlillah, 2014)

 

Kedua yaitu kompetensi lulusan.
Fadlillah (2014) menyatakan dalam konteks ini kompetensi lulusan berhubungan
dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Permendikbud No.20
Tahun 2016 menyatakan bahwa standar kompetensi lulusan (SKL) adalah kriteria
mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang terdiri dari sikap, pengetahuan,
dan keterampilan, tujuan dari SKL yaitu sebagai acuan pokok yang standar dalam pengembangan
isi, proses, penilaian pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan
prasarana, pengelolaan, serta pembiayaan.

1.     
Kompentensi
sikap

Kompetensi sikap mencakup semua aspek
yang berhubungan dengan emosional yaitu perasaan, emosi, sistem nilai dan sikap
hati dengan tujuan untuk mengembangkan pribadi. Lima kategori yang secara urut
dimulai dari sikap yang paling sederhana ke sikap yang paling kompleks, yaitu :

Tabel 2.6. Kompetensi sikap

No.

Kategori

Penjelasan

1.     
 

Menerima

Kemampuan
menunjukkan atensi dan penghargaan pada orang lain

2.     
 

Merespon

Kemampuan
berpartisiasi aktif dalam pembelajaran dengan merespon atas suatu kejadian
karena merasa selalu termotivasi.

3.     
 

Penilaian

Kemampuan
menunjukkan nilai yang dianut dengan membedakan mana yang baik dan kurang
baik untuk dilakukan terhadap suatu kejadian/objek.

4.     
 

Mengorganisasi

Kemampuan
membentuk organisasi nilai dengan menyeimbangkan perbedaan nilai.

5.     
 

Mengkarakter

Kemampuan
membentuk perilaku berdasarkan nilai yang dianut untuk memperbaiki intrapersonal,
interpersonal serta sosial.

(Krathwohl, 2002)

 

2.     
Kompetensi
pengetahuan

Kompetensi pengetahuan ini menekankan
pada intelektual yang dimiliki siswa, seperti pengetahuan dan keterampilan
berpikir. Level ranah pengetahuan dapat digambarkan dalam bentuk piramida yaitu
:

Menciptakan

Mengevaluasi

Menganalisis

Mengaplikasikan

Memahami

Mengingat

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1. Level ranah pengetahuan

(Krathwohl, 2002)

 

Ranah-ranah yang
terdapat di dalam piramida tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 2.7. Kompetensi pengetahuan

No.

Kategori

Penjelasan

1.     
 

Mengingat

Kemampuan
untuk memperoleh kembali pengetahuan yang telah diperoleh

2.     
 

Memahami

Kemampuan
untuk membangun sebuah pengertian dari berbagai sumber, mengklasifikasi dan
membandingkan

3.     
 

Mengaplikasikan

Kemampuan
menggunakan suatu prosedur untuk menyelesaikan masalah

4.     
 

Menganalisis

Kemampuan
dalam memisahkan, mencari keterkaitan, dan mencari tahu keterkaitan pada
tiap-tiap bagian dari masalah untuk dipecahkan

5.     
 

Mengevaluasi

Mengevaluasi
dan menilai sesuatu berdasarkan kriteria (kualitas, efektivitas, efisiensi,
dan konsistensi) dan standar yang sudah ada

6.     
 

Menciptakan

Kemampuan
untuk menciptakan suatu produk baru dengan menyusun kembali komponen-komponen
menjadi bentuk/pola yang baru. Mengevaluasi dan menilai sesuatu berdasarkan
norma, acuan atau kriteria

(Krathwohl, 2002)

 

3.     
Kompetensi
keterampilan

Kompetensi keterampilan menekankan pada
keterampilan motorik yang didasarkan pada pengetahuan. Kompetensi keterampilan
meliputi gerakan dan koordinasi jasmani dengan menggunakan otot kerangka. Ada lima
kategori yang mencakup dalam kompetensi keterampilan, meliputi :

Tabel 2.9.
Kompetensi Keterampilan

No.

Kategori

Penjelasan

1.     
 

Menirukan

Kemampuan
menggunakan saraf sensori untuk menirukan gerak yang telah diamati

2.     
 

Penggunaan

Kemampuan
menggunakan konsep untuk melakukan gerak

3.     
 

Ketepatan

Kemampuan
melakukan keahlian berupa gerak dengan teliti dan benar

4.     
 

Perangkaian

Kemampuan
merangkai berbagai gerakan dengan kreatif secara berkesinambungan

5.     
 

Naturalisasi

Kemampuan
melakukan gerak secara secara wajar dan efisien

(Krathwohl, 2002)

 

Ketiga kompetensi tersebut harus
berjalan dengan seimbang agar siswa mempunyai kemampuan yang baik.

Ciri khas yang ketiga dari kurikulum
2013 yaitu penilaian. Pada kurikulum 2013, menerapkan pendekatan penilaian
otentik. Fadlillah (2014) menyatakan bahwa penilaian otentik adalah penilaian
secara utuh, meliputi kesiapan, proses, dan hasil belajar siswa. Guru dapat
lebih mudah untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa dengan
menggunakan penilaian.

            Berdasarkan
uraian tersebut, dapat dinyatakan bahwa kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan
dari kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. 
Kurikulum 2013 terdapat 3 ciri khas yaitu kurikulum 2013 menggunakan pendekatan
scientific; kompetensi lulusan yang
diterapkan yaitu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan; serta
menerapkan pendekatan penilaian otentik.